JIKA melihat paras cantik dan penampilannya yang menawan, kita pasti tidak percaya kalau Andi Riana Safitri belum punya cowok. Kesibukannya bekerja menjadi salah satu penyebab dia masih betah menjomblo.
”Sudah setahun lebih (tidak punya cowok). Mungkin terlalu fokus kerja kali yah?” ujar cewek yang akrab disapa Sari ini.
Padahal, ia mengaku tidak muluk-muluk dalam mencari calon pendamping hidupnya. Kriteria cowok idamannya, yakni mapan, cool dan bertanggung jawab.
Lahir di Ujung Pandang, 11 Februari 1997, Sari menargetkan akan menikah pada usia 26 tahun. Ia menyebut usia tersebut tidak terlalu tua untuk duduk bersanding di pelaminan.
Salah satu yang ingin Sari raih dalam perjalanan karirnya, yakni bisa menjadi seorang pemimpin perusahaan. Namun dia mengakui, untuk mencapai itu tidaklah mudah. Seperti memiliki pengalaman, wawasan yang luas serta pendidikan yang jauh lebih baik.
”Punya perusahaan sendiri dan menjadi pimpinannya merupakan cita-cita sejak usia 10 tahun. Saat ini masih dalam proses,” terangnya.
Sari kini tercatat sebagai Sales Secretary di Grand City Hotel. Tugasnya yang menawarkan program hotel tempatnya bekerja, membuat Sari harus bertemu dengan banyak orang serta berbagai macam karakter. Hal ini menjadi pengalaman berharga baginya untuk meraih kesuksesan.
Dari pekerjaannya ini, Sari berusaha mendapatkan ilmu dan mencari relasi dari customer yang datang. Apa yang diperolehnya selama ini diharapkan menjadi bekal penting kelak di kemudian hari.
”Tahun ini saya juga baru mulai masuk kuliah. Rencananya di jurusan ekonomi atau komunikasi. Maunya jurusan yang sesuai dengan basic pekerjaannya sata,” imbuhnya.
Sejak bergabung di Grand City Hotel September 2015, Sari berusaha untuk memberikan yang terbaik. Sebab ketika di mampu bekerja dengan baik, tentu akan berdampak pada karirnya. (arf/rus)
Headline
Halaman Utama | Berita Kota Makassar
MAKASSAR, BKM — Setelah sempat tertunda beberapa kali, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto akhirnya melantik para pejabatnya. Sebanyak 84 pejabat eselon II dan III dilantik dan diambil sumpahnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Selasa (31/5) pukul 07.00 Wita.
Bersamaan dengan itu, juga dilantik badan pengawas pada enam perusahaan daerah milik Pemkot Makassar. Masing-masing PD Terminal Makassar Raya, PDAM, PD Parkir Makassar Metro, PD Pasar Makassar Raya, PD Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Sakit Daerah Makassar.
Dari 21 orang badan pegawas yang dilantik, beberapa diantaranya yang mendapat jatah adalah mantan anggota DPRD Kota Makassar. Sebut saja Haeruddin Hafid (Partai Demokrat), Nuryanto G Liwang (Demokrat), M Ilyas Ali Arief (Demokrat) dan Nurmiati (Hanura). Selengkapnya lihat box.
Pelantikan dihadiri Wakil Wali Kota Syamsu Rizal, Sekkot Ibrahim Saleh, Wakil Ketua DPRD Makassar Indira Mulyasari Paramastuti dan undangan lainnya.
Di depan pejabat yang baru dilantik, Wali Kota yang akrab disapa Danny ini mengatakan, dengan adanya rotasi dan penyegaran pejabat akan menjadikan Kota Makassar lebih baik.
”Mutasi seperti ini merupakan hal biasa dalam lingkup pemerintahan. Tujuannya untuk melakukan penyegaran dan meningkatkan kinerja para pejabat,” ujarnya.
Danny juga menjelaskan alasan kenapa memilih TMP sebagai lokasi pelantikan. ”Kita ingin para pejabat yang dilantik di tempat ini menghormati jasa para pahlawan yang sudah lama tiada. Dengan begitu, para pejabat yang ada saat ini mampu meneruskan perjuangan para pahlawan dengan memberikan kerja yang baik, menanamkan dalam jiwa dedikasi tinggi untuk tanah air.
“Saya mencintai orang-orang yang pekerja keras. Jadi orang yang sama dengan saya adalah orang yang pekerja keras dan memiliki dedikasi tinggi untuk mewujudkan Makassar lebih baik,” tandasnya.
Ditemui usai pelantikan, mantan Kepala Dinas Sosial Makassar, Muh Said yang mendapat jabatan baru sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), berjanji untuk melaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab amanah yang diberikan kepadanya.
”Saya siap bekerja maksimal untuk mendorong dan membangun Makassar lebih baik,” ujarnya.
Setelah menjabat sebagai Kepala BPBD, Muh Said akan melaksanakan visi dan misi yang sudah ada di lembaga tersebut. Dia juga akan mengajak seluruh staf BPBD untuk duduk bersama membicarakan program yang akan disusun untuk dijalankan.
Menyusul telah dilantiknya pejabat baru di sejumlah SKPD, anggota DPRD Makassar mengingatkan mereka untuk segera mempersiapkan pertanggungjawaban yang akan dibahas pada rapat monitoring dan evaluasi (monev) pada akhir Juni mendatang.
Anggota Komisi B, Basdir mengatakan, pergantian pejabat dari yang lama ke yang baru tidak bisa dijadikan alasan untuk menghindari pertanggungjawaban kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini. Mereka tetap akan diminta menyusun sejumlah laporan dan diperhadapkan di DPRD saat monev.
“Misalnya pejabat baru Kepala Dinas Pendapatan Daerah, harus mempertanggungjawabkan seluruh serapan dan program yang berjalan ataupun mandek,” ujar Basdir di gedung DPRD Makassar, kemarin.
Politisi Partai Demokrat itu menuntut pejabat yang baru harus profesional dalam menyampaikan pertanggungjawaban. Mereka harus mencari seluruh data belanja yang digunakan oleh pejabat yang lama. Sebab jika mereka hanya mempertangungjawabkan serapan selama menjabat, maka akan ada ketidakjelasan nantinya. “Kita belum bisa lihat satu-satu bagaimana progresnya yang kemarin. Tapi jika dilakukan monev pada akhir Juni mendatang, berarti mereka baru menjabat kurang dari satu bulan,” terangnya.
Basdir menambahkan, pejabat baru hanya mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang di mulai pada Maret hingga akhir Juni ini. Adapun pertanggungjawaban sejak Januari hingga Maret dianggap sudah selesai, hanya tinggal ditambahkan nilai resapan selama ini.
“Saya belum tahu kompetensinya Diskop dan UMKM, Najmah Emma. Nanti triwulan kedua harusnya 50 persen serapan SKPD sudah harus tercapai,” ujarnya.
Sementara Wakil Komisi A DPRD Makassar, Susuman Halim memberi perhatian khusus terhadap pergantian Abd Azis Hasan dari Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) Makassar menjadi Staf Ahli Walikota. Menurut dia, kinerja Abd Azis selama ini sudah sangat bagus, namun kemudian digeser ke tempat ini.
”Dalam pandangan kita, Kadis DKP kemarin sangat bagus. Buktinya, Kota Makassar mendapatkan penghargaan Adipura. Yang menjadi pertanyaan, Pak Kadis tiba-tiba dijadikan staf ahli,” kata Susuman Halim.
Kepada Syahruddin yang kini menjabat sebagai Kadis Pertamanan dan Kebersihan dari sebelumnya kepala BPBD, Susuman Halim mengingatkan akan banyak tantangan yang dihadapinya. Ia berharap kadis baru lebih banyak terjun langsung ke lapangan. (arf-ita/rus)
KECINTAANNYA terhadap berbagai bahasa telah membuat Restu Islamyah Rauf jatuh hati pada dunia sastra. Hal itu ditunjukkan Restu –sapaan karibnya– yang banyak mengikuti pembelajaran sastra di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Kelahiran Ujung Pandang, 7 Mei 1990 ini telah banyak menguasai bidang yang ada di sastra semenjak ia menempuh kuliah di jurusan Sastra Inggris. Restu mengaku bergelut dengan banyak bahasa guna memahami tentang sastra.
”Banyak yang anggap enteng sastra itu. Tapi kalau kita lebih mendalami, banyak sekali yang terkandung di dalamnya dan perlu kita gali. Seperti sejarah, prosa, puisi, drama dan musikalisasinya,”
ungkap Restu dalam bincang-bincang santai dengan BKM, baru-baru ini.
Yang patut diacungi jempol pada diri anak ketiga dari enam bersaudara ini, bahwa dia menempuh kuliah di saat sibuk bekerja. Restu saat ini tercatat sebagai Customer Service dan Humas di PT Astra Dealer Honda.
Bersamaan dengan itu pula, Restu kerap mengikuti berbagai ajang lomba sastra dan pameran sastra yang dilaksanakan di Makassar. Semua itu dilakukan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Putri pasangan Abd Rauf dan Hawiyah (almarhumah) ini ternyata mengikuti jejak sang ayah yang memang jago dalam menghasilkan sebuah karya sastra yang hebat.
“Ayah yang mengajarkan bagaimana sebenarnya sastra itu. Di balik sastra dan buku atau apapun itu, pasti mempunyai sejarah dan cerita sendiri,” tambahnya.
Tidak jarang, berkat berkat hobinya yang gemar menari, Restu sering mengikuti ajang festival budaya dan semacamnya.
Ia menceritakan bahwa sastra bukan hanya berkaitan bahasa. Melainkan punya jalan ceritanya sendiri dan ada ilmu pengetahuan di dalamnya.
Penyuka makanan gado-gado, green tea late ini sebelumnya bekerja di sebuah bank syariah di Makassar. Berawal dari situlah itu kemudian mengenakan hijab dan dipertahakannya hingga saat ini.
Di usianya saat ini, Restu telah memantapkan niatnya untuk membangun mahligai rumah tangga. Ia rencananya melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya bulan depan. Setelah itu barulah melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. (ita/rus)
Penghargaan dan Sertifikat:
Copyright © 2026 Berita Kota Makassar. All Rights Reserved.

